Ini adalah takdir uni hidup terpisah dari adiknya Ida dan Af.. tapi kalau boleh di ulang lagi lebih baik tidak hidup terpisah walau harus berada dalam kondisi sulit. karena kebersamaan, kasih sayang serta kenikmatan masa kecil tidak akan pernah terulang lagi..
Masih uni ingat ketika saat kembali kerumah dan ke temu ida, dia tak mau dipeluk dan bahkan untuk sekadar bermain bersama dia seakan menjauh seolah olah uni bukan siapa-siapa.
Pernah satu kali ketika ada adik sepupu ikut tinggal bersama ketika uni pulang, ida lebih banyak menghabiskan waktu dan mengobrol dengan adik sepupu itu. Dia anggap seolah-olah uni ngga ada. Ngga apa walau berat uni terima kenyataan itu dengan hati pilu.. sampai akhirnya tak terasa waktu berlalu begitu cepat... kini kalau ada apa-apa uni selalu ditelpon bila ada perlu, dari bajunya, anak sampai suami. Tak apa itulah gunanya saudara... kadang dalam hati ini ingin berkata.. kenapa tak kau minta tolong saja sama orang-orang yang dulu disekitarmu. tapi syukur tak pernah tega sampai terucap hanya bisa membatin saja dalam hati.... begitu bangganya apapun yang dibutuhkan sebut saja kak isyah ternyata beliau baik ada maunya.. kasih boneka, bantu ini dan itu, berkata yang manis.. tapi yang dipinjamnya sampai kini belum terlunasi..... Setiap kali uni kasih tau kenyataan itu kamu pasti marah karena hati kamu tau kebenaran itu dan pasti ingin mengingkari dan menutupi kebenaran yang ada.... Pun selanjutnya jika kamu inginkan semua dari ibu kamu pasti dapatkan tapi sesungguh tidak akan ada keberkahan buat kamu dan keluargamu sampai kapanpun... jika kamu tak pernah merasa puas dan kurang bersyukur terhadap apapun.....
No comments:
Post a Comment