Kira-kira mulai semenjak tahun 2006 seringkali saya dengar anak2 muda usia belasan dan dua puluhan mengatakan kata”Narsis”. Awalnya saya tidak begitu menyimak makna dari kata narsis yang mereka ucapkan. Sepertinya cuma istilah untuk sebayanya yang rada norak, suka foto untuk gaya-gayaan atau istilah lain untuk yang selalu suka ke-PeDean.
Penasaran akhirnya saya coba buka kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka ternyata narsis itu istilah untuk tumbuhan berbunga putih putih, krem atau kuning yang terdapat di daerah sub tropis. Tumbuhan ini termasuk keluarga Amarylidaceae. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai Narcissus yang merupakan jenis tanaman yang berbunga di musim semi. Selain itu ada istilah narsisisme yang menurut kamus besar Bahasa Indonesia mempunyai 2 arti yaitu:
Penasaran akhirnya saya coba buka kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka ternyata narsis itu istilah untuk tumbuhan berbunga putih putih, krem atau kuning yang terdapat di daerah sub tropis. Tumbuhan ini termasuk keluarga Amarylidaceae. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai Narcissus yang merupakan jenis tanaman yang berbunga di musim semi. Selain itu ada istilah narsisisme yang menurut kamus besar Bahasa Indonesia mempunyai 2 arti yaitu:
- Keadaan (hal) mencintai diri sendiri secara berlebihan
- Keadan (hal) yang mempunyai kecenderungan atau keinginan seksual dengan diri sendiri.
Berdasarkan mitologi yunani yg saya baca dari wikipedia istilah narsis itu sendiri berasal dari nama dewa narciscus yang tampan yang suka memuji dan mengagumi diri sendiri, dimana dia sangat disukai para wanita. Sayangnya tak satupun dari mereka yang disukai narciscus sampai suatu ketika dewi Echos juga menyintainya. Namun narciscus tetap tidak menyukai Echos, sehingga akhirnya narciscus di kutuk menyintai bayangan dirinya sendiri di air kolam.Lalu tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya sehingga akhirnya tenggelam dan lalu tumbuh bunga yang disebut narciscus.
Menurut Sigmund Freud sikap narsis yang berlebihan bisa mengarah kepada Narsistic Personality Disorder (NPD) sebutan untuk mengenali kondisi gangguan karakter pada individu yang menunjukkan kesombongan, egoisme dan kecintaan yang berlebihan pada sendiri
Ada perbedaan khusus antara narsis dan Percaya diri (PD). Orang narsis memposisikan dirinya sebagai objek sedangkan pada PD orang tersebut hanya sebagai subjek. Orang yg PD tidak risau dengan apapun pujian orang lain krn kelebihan yg dimiliki semua di rasakan sebagai anugrah tuhan yang selalu di syukuri sehingga fungsi kompentensi lebih di pentingkan dari pada fisik. PD juga tercermin dari sikap yang terbuka terhadap kritik dan hanya mengalami kekecewaan yg sebentar kalau di kritik. Pada orang narsis jauh dari dalam hati mereka tersimpan sebuah jiwa yang rapuh dan mereka menutupinya dgn betapa hebatnya mereka yang terbukti dari banyaknya pujian orang lain.
Menurut Sigmund Freud sikap narsis yang berlebihan bisa mengarah kepada Narsistic Personality Disorder (NPD) sebutan untuk mengenali kondisi gangguan karakter pada individu yang menunjukkan kesombongan, egoisme dan kecintaan yang berlebihan pada sendiri
Ada perbedaan khusus antara narsis dan Percaya diri (PD). Orang narsis memposisikan dirinya sebagai objek sedangkan pada PD orang tersebut hanya sebagai subjek. Orang yg PD tidak risau dengan apapun pujian orang lain krn kelebihan yg dimiliki semua di rasakan sebagai anugrah tuhan yang selalu di syukuri sehingga fungsi kompentensi lebih di pentingkan dari pada fisik. PD juga tercermin dari sikap yang terbuka terhadap kritik dan hanya mengalami kekecewaan yg sebentar kalau di kritik. Pada orang narsis jauh dari dalam hati mereka tersimpan sebuah jiwa yang rapuh dan mereka menutupinya dgn betapa hebatnya mereka yang terbukti dari banyaknya pujian orang lain.
0 komentar:
Poskan Komentar